CARA PEMBUATAN AJB (DILENGKAPI SYARAT UNTUK DIPENUHI)

Jual beli merupakan proses peralihan hak milik yang dapat dilakukan secara tunai maupun secara kredit. Pada ranah jual beli properti, saat pelunasan telah dilakukan, maka kedua belah pihak pun membuat AJB. Pembuatan AJB ini dilakukan ke Penjabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) setempat.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membuat AJB?

AJB merupakan sebuah dokumen yang menyatakan peralihan hak tanah dari pemilik lama ke yang baru.Sebelum sampai pada proses pembuatan Akta Jual Beli, penjual dan pembeli harus sudah menemukan titik temu untuk semua hal.

Pembeli sudah melihat dan menerima kondisi fisik rumah serta lingkungannya. Penjual telah menunjukkan surat-surat rumah dan sudah diklarifikasi kebenarannya. Tentunya kedua belah pihak telah sepakat dengan harganya setelah melalui negosiasi. Barulah mereka dapat melakukan transaksi jual-beli.

Ada prinsip Terang dan Tunai ketika menjalankan prosedur jual-beli yang benar. Prinsip Terang mempunyai arti proses dilakukan di hadapan pejabat umum yang berwenang, dalam hal ini seorang notaris. Sedangkan prinsip Tunai artinya setiap pembayaran dilakukan secara tunai sesuai kesepakatan.

Apabila salah satu prinsip ini belum terpenuhi, prosedur jual-beli ini belum sepenuhnya dilakukan secara benar sehingga AJB belum bisa dibuat.

Data yang Diperlukan untuk Membuat AJB

Dari sumber yang kita ambil dari website 99. com. Dalam transaksi jual beli tanah dan/atau bangunan tersebut, biasanya PPAT yang bersangkutan akan meminta data-data standar, yang meliputi:

I. Data tanah

  • PBB (asli) 5 tahun terakhir berikut Surat Tanda Terima Setoran (bukti bayarnya);
  • Asli sertifikat tanah (untuk pengecekan dan balik nama);
  • IMB asli (bila ada dan untuk diserahkan pada pembeli setelah selesai proses pembuatan AJB);
  • Bukti pembayaran rekening listrik, telepon, air (bila ada);
  • Jika masih dibebani hak tanggungan (hipotik) harus ada surat roya dari bank yang bersangkutan.

II. Data penjual & pembeli dengan kriteria sebagai berikut:

A.Perorangan:

  • Fotokopi KTP suami dan istri;
  • Fotokopi kartu keluarga dan akta nikah;
  • Fotokopi keterangan WNI atau ganti nama (bila ada, untuk WNI keturunan).

B.Perusahaan:

  • Fotokopi KTP direksi & komisaris yang mewakili;
  • Fotokopi anggaran dasar lengkap berikut pengesahannya dari Menteri Kehakiman dan HAM RI;
  • Laporan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT untuk menjual atau Surat Pernyataan Sebagian kecil aset.

Hal–hal yang Harus Dipenuhi Sebelum Melakukan Pembuatan AJB

Selain berbagai data di atas, ada pula beberapa hal yang perlu dipenuhi. Hal tersebut ialah:

  • Pemeriksaan keaslian sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional;
  • Penjual telah membayar Pajak penghasilan (PPh) sebesar 5% dari harga transaksi;
  • Penjual telah membayar Pajak Jual Beli;
  • Calon pembeli telah membuat pernyataan bahwa dengan membeli tanah tersebut ia tidak menjadi pemegang hak atas tanah yang melebihi ketentuan batas luas maksimum;
  • Memiliki surat pernyataan dari penjual bahwa tanah yang dimiliki tidak dalam sengketa.
  • Perlu dijadikan catatan, petugas PPAT dapat menolak pembuatan AJB apabila tanah yang akan dijual sedang dalam sengketa atau dalam tanggungan di bank.

Demikian yang bisa kami sampaikan semoga bermanfaat. Untuk Anda yang sedang mencari Jasa Urus Perizinan atau Jasa Pembuatan Akta dapat menghubungi kami disini.

Call Now Button
Open chat