Akibat Pandemi, Visa Schengen Semakin Sulit Didapatkan

Tahukah anda, efek pandemi paling besar berdampak pada industri pariwisata. Tempat wisata hingga semua hal yang berkaitan dengan pariwisata termasuk mendapatkan visa Schengen, visa khusus yang digunakan untuk berkeliling di negara-negara Uni Eropa.

Satu visa Schengen bisa digunakan untuk masuk ke 25 negara, 22 negara Uni Eropa, 3 negara non Eropa. Berikut negara-negara yang bisa menggunakan visa Schengen.

  1. Jerman, 
  2. Belanda, 
  3. Yunani, 
  4. Hungaria, 
  5. Italia, 
  6. Islandia, 
  7. Perancis, 
  8. Republik Ceko, 
  9. Austria,
  10. Estonia, 
  11. Finlandia, 
  12. Luxemburg, 
  13. Norwegia, 
  14. Slovakia, 
  15. Slovenia, 
  16. Latvia, 
  17. Spanyol, 
  18. Lithuania, 
  19. Polandia, 
  20. Swiss, 
  21. Denmark, 
  22. Swedia, 
  23. Malta, 
  24. Belgia,
  25. Portugal.

 

Dilansir dari Schengen Visa Info, efek pandemi membuat proses mendapatkan visa ‘sakti’ ini jadi lebih sulit dibanding sebelumnya setelah peringatan yang disampaikan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Sang presiden mengatakan, untuk mereka yang ingin mengajukan visa Schengen wajib melakukan tes virus corona dua minggu sebelumnya. Tak cuma sekali, tes baru juga harus kembali dilakukan sebelum melakukan perjalanan ke wilayah Schengen untuk memastikan mereka tidak terinfeksi untuk sementara waktu. Bisa dikatakan tes dilakukan berkali-kali.

Dokumen tambahan berupa hasil tes ini menjadi hal yang diwajibkan sebelum anda melakukan perjalanan ke negara Schengen. Biarpun begitu, proses dan dokumen yang dibutuhkan untuk membuat visa ini masih seperti yang lama, yaitu:

1. Mengisi formulir permohonan visa

Formulir bisa anda dapatkan dari situs resmi kedutaan dari salah satu negara Schengen. Formulir lalu di download dan diisi kemudian dicetak.

2. Menyediakan foto diri

  • Siapkan 2 buah foto yang sama dengan ukuran 35 x 45 mm atau 3,5 x 4,5 cm
  • Head foto 70-80% dari foto
  • Background warna cerah (Disarankan warna abu-abu terang. Tidak ada motif atau pola)
  • Foto melihat langsung ke kamera
  • Ekspresi wajah netral (Tanpa senyum dan mulut tertutup)
  • Jangan gunakan seragam atau warna yang sama dengan warna background

3. Paspor yang Masih Berlaku

Anda juga harus menyertakan paspor yang dikeluarkan lebih dari 10 tahun dan minimal masa berlaku adalah 3 bulan

4. Bukti Tiket Penerbangan

Tiket penerbangan yang disertakan adalah tiket pergi dan pulang pengkap dengan nomor penerbangan yang akan membawamu pulang dan pergi

5. Polis Asuransi Perjalanan

Sebagai turis kita juga harus memiliki polis asuransi perjalanan untuk bisa mengunjungi negara Schengen sebagai jaminan atas keselamatan kita selama berada di Eropa. Minimum nilai polis yang anda miliki adalah 30 ribu Euro atau sekitar Rp 477 juta (kurs Rp15.900 per Euro). Polis ini harus mengcover risiko penyakit, kecelakaan, dan biaya pemulangan jenazah jika anda meninggal dunia saat berada di negara Schengen.

6. Bukti adanya Akomodasi

Siapkan pula bukti akomodasi selama kamu berada di negara Schengen, seperti bukti pemesanan hotel atau hostel, perjanjian sewa atau surat undangan dari tuan rumah kalau kamu menginap di rumah kerabat.

7. Bukti Keuangan pribadi 

  • Siapkan bukti rekening koran (bank) selama 3 bulan terakhir. Ini untuk menunjukkan kamu memiliki tabungan yang cukup selama tinggal di negara Schengen. Biasanya masing-masing negara punya kebijakan berbeda untuk nilai saldo tabungan. Contohnya kalau mau ke Prancis, saldo di rekening harus sekitar Rp30 juta.
  • Surat sponsor dari orang lain yang menyatakan mereka mendukung secara finansial perjalananmu ke Schengen. Surat ini harus disertai pernyataan bank pihak sponsor.

 

Call Now Button
Open chat